Selasa, 18 Juni 2013

Tentang remaja

Assalamu'alaikum wr wb....

salam sehat jasmani rohani untuk kita semua...

Wednesday, june 19 on 2013

Wah seru nih disela sela liburan saya ingin sekali mencari ilmu plus sekalian ingin memancing diskusi yang mungkin bisa memberikan kita semua kacamata baru tentang memandang arti remaja dan gejolak seksual yang memang harus dialami oleh semua manusia saat menuju proses pendewasaan...

REMAJA : adalah manusia yang dalam proses peralihan dari anak anak menuju pada dewasa muda. Nah remaja ini merupakn aset besar bangsa khususnya bangsa indonesia tercinta kita ini. Coba bayangkan dari awal merdeka dulu peran para pemimpin bangsa dan jug tidak luput dari peran para kaum muda yang cerdas dan gigih membangun bangsa sehingga remaja remaja sekarang lebih mudah memperoleh haknya. Dalam hal ini termasuk saya, saya bisa menikati bangku sekolah hingga sekarang alhamdulillah saya mencapai proses dalam mewujudkan cita cita saya menjadi seorang dokter. Dahulu sesuatu yang mungkin hanya celetukan kecil waktu di SD saat di tanya ibu guru tentang cita cita ku tanpa malu aku katakan "dokter , bu guru"..saya adalh contoh remaja yang mendapatkan hak ku termasuk sekolah, berkarya, menulis opini ku bebas melalu kemajuan teknologi.

APA YANG TERJADI PADA REMAJA?
Remaja adalah masa masa pencarian jati diri sehingga dengan dibekali akal akan bermunculan pertanyaan pertanyaan super akibat rasa ingin tahu yang tinggi. Remaja juga masa masa dimana emosi diri belum stbil sehingga ego diri masih dominan. Saat saat seperti ini remaja ibarat peluru yang dapat meluncur kemana pun tergantung arah sang penembak...nah loeee, tembakan ini bisa saja salah arah jika tidak hati hati dan tepat sasaran. Seperti hal nya remaja akan hangat bahaya jika jatuh ke dalam suatu edukasi yang minimal atau bahkan remaja berpetualangan tanpa arahan.

BAGAIMANA TENTANG SEKSUALITAS REMAJA?
Seksualitas adalah cara remaja mengekpresikan diri tergantung jenis kelamin. Laki laki ataupun perempuan akan sama sama memiliki perubahan secara fisik, biologis maupun emosional. Secara fisik pada laki laki akan mulai tumbuh kumis, jakun dengan suara yang lebih berat, dada lebih bidang dan pada orfan vital mulai akan muncul rambut pubis sekitar penis dan berkembangnya fungsi organ vital yang sudah mampu untuk bersenggama. Begitu hal nya dengan perubahan pada wanita yang palin menonjol adalah bentuk payudara yang membesar, pinggul melebar serta mulainya siklus menstruasi. Sikuls mentruasi menandakan mulainya proses ovulasi yang menandakan bahwa sel telur sudah mampu di buahi sehingga memungkinkan terjadi nya kehamilan setelah terjadi hubungan alat kelamin. Perkembangan fisik serta seksualitas ini yang harus di garis bawahi oleh para orang tua, jangan sampai orang tua kecolongan akan pergaulan sang remaja. Tips untuk orang tua adalah mulailah berubah fungsi yang semula adalah pendidik bagi sang anak, sekarang selain sebagai pendidik orang tua juga hrus mmpu memposisikan sebagai teman curhat sehingga anak tidak sungkan mengutarakan hasil pergaulannya yang tidak mampu untuk di pantau orang tua dalam 24jam full. Teman artian seseorang yng mampu menjadi listeners yang bik dan dapat menyimpulkan serta memberikan arahan yang halus dengn konteka diskusi.

APA YANG HARUS DI BEKALKAN PADA REMAJA?
1. Mulailh berikan tanggung jawab. Ingat ya, remaja ego begitu tinggi sehingga cara didik sudah tidak mampu lagi secara searah dalam artian "sekarang kamu harus gini, tidak boleh itu". Banyak sekali dampak pada anak yang masih dididik dengan cara seperti ini, pertama : anak menjadi tipe penurut dan tidak puny keberanian dalm mengutarakan pendapat atau lebih parah lgi anak ini cenderung minder saat berinteraksi dengan dunia sosial...maukah kita mempunyai anak kuper? Kedua, anak ingin menjadi anak bungklon dimana dia sangat sesuai harapan orang tua saat di hadapan orang tua tetapi menjadi babi buta saat lepas dari kontrol.. Maukah anda dibohongi oleh anak anda sendiri? ?...ketiga, anak menjadi totally pembangkang baik dikeluarga maupun di luar...wawww, ini nih yang sudah susah untuk di perbaiki.. STOPPPP lah untuk terus mempreser anak anak karena dampaknya selain ketiga diatas juga dapat mematikan kreativitas dan talenta yang seharusny dimiliki anak tersebut.
2. Berilah pujian sekadarnya dan berilah hukuman yang sewajarnya.. Saat sang anak mempunyai prestasi maka anak ini pastinya ingin sekali mendapat ucapan "ayah ibu bangga sama kamu, terus semangat nak dan semoga jadi orang sukses suatu saat nanti" ...kata kata simpel sih tapi itu mengena banget di hati dan tau tidak bagi anak dorongan dan pujian keluarga adalah motivasi terbesar dalam hidupnya. Nah saat anak melakukan kesalahan jangan langsung menghukumnya tetapi ajak anak diskusi bagaimana bisa dia melakukan kesalahan itu dan mulailah tanamkn bhwa hal dia lakukan ini salah tetapi tetap pakai bahasa diskusi.
3. Jelaskan mengenai perubahan fisik yang terjadi pada anak sehingga anak bisa lepas kontrol...nah eduksi ini harus di sinkronkan dengan agama dan norma yang berlaku di masyarkt..misal anak perempuan, berilah dia pengertian tentang perubahan fisiknya tentang payudara yang mungkin sudah harus memerlukan menggunakan BH serta kapan mengenali tanda tanda menstruasi. Yang paling penting adalah wanita mempunyai bagian bagian tubuh yang mampu membangkitkan hasarat seksual lawan jenis sehingga mulai berhati hati dalam berpakaian, tingkah laku serta cara berbicara kepada lawan jenis. Jadilah wanita yang menjunjung tinggi harga diri sehingga tetap di hargai dan tidak menjadi pelampiasan hasrat seksual lawan jenis maupun sesama jenis yang mempunyai kelainan orientasi. Edukasi pada laki laki adalah bahwa mulainya gairah seksual yang harus dikontrol. Laki laki lebih cenderung melampiaskan rasa ingin tau nya dengan melihat video yng kurang pantas dan berlanjut untuk melakukan pemuasan diri dengan onani dan dapat saja berlanjut dengan rasa ingin bersenggama.. Hal ini harus sangat menjadi perhatian orang tua, secara psikologi mungkin hanya seks edukasi tetapi sangat akan sinergis jika di bekali oleh ilmu agama. Sebagai contoh saya sebagai anak laki laki yang beragama islam, selain mungkin harua mendapat pelajaran seks education serta mensinkronkan dengan norma yang berlaku juga dengan ajaran agama islam yang dilarang berzina sebelum diikat dalam suatu pernikahan. Pengalaman pribadi sih memang susah untuk mengontrol diri karena setelah tau akan perubahan seksualitas, edukasi serta agama, kita akan di di pengatuhi oleh faktor terbesar yaitu PERGAULAN..maka pilihlah pergaulan yang mendukung dengan hal hal positif ataupun berprinsiplah kuat bergaullah boleh tidak pilih pilih tapi kuatkan prinsip bahwa inilah jalan hidupku dan jangan samakan dengan cara hidupmu.. Nah disini cobaan terkuat adalah sering pergaulan berkata "cupu loe, cemen loe, bencong loe apalah" hal inilah yang membuat terkadang mempengatuhi secara spikologis dan harus pegang kuat prinsip agar tidak goyah...... Saya pun lagi berusaha dan mari berjuang sobat gaul..hahahahahahaha...
4. Belajarlah menghargai hak orang lain dan juga sopan terhadap orang tua
5. Perbanyaklah beraktifitas agar pikiran pikiran negatifmu hilang
6. Ajaklah anak terus berdiskusi dan jangan biarkan ada sesuatu yang dirahasiakan...

Jadilah remaja sehat untuk masa depan bangsa yang cerah... GALIH DWI JAYANTO, S.Ked

Minggu, 16 Juni 2013

Orang tua penentu sikap sang anak...

Ini saya tulis karena ingin sedikit berbagi cerita tentang perkembangan psikologis anak yang mungkin bisa jadi cerminan bagi siapapun termasuk saya...
Beberapa point yang memang harus kita tarik garis :

1. Seorang anak akan mendapatkan pelajaran dasar dalam hidupnya tidak lain tidak bukan ya berasal dari keluarga intinya alias ayah-ibunya. Sejak lahir seorang anak yang mendapatkan ASI eksklusif secara emosional akan terjadi hubungan kontak batin dengan sang ibu. Saat sang anak di peluk oleh ibunya atau ayahnya, sang anak akan terbiasa nyaman dan merasa terlindungi sehingga dia akan juga menyayangi kedua orang tuanya.. Hal ini walaupun terlihat seakan simple tetapi ini modal besar yang mungkin akan menjadi prediksi hubungan horizontal si anak ketika dewasa nanti. Kenapa demikian? Karena ketika anak merasa aman dengan kedua orang tuanya, maka dia akan menyayangi dan menjaga serta menuruti semua suggestions dari orang tua.

2. Pola asuh jangan di banjiri dengan kata kata `bohong`. Ketika si anak sudah mulai lihai dalam bertanya ataupun mengungkapkan pendapat jangan sekali kali orang tua bermain dengan kata kata bohong. Dalam artian misal : sang anak susah untuk tidur padahal kedua orang tua sudah sangat ngantuk karena mungkin capek bekerja maka biasa sekali orang tua untuk bilng 'ayok cepat bobok sayang nanti ada genderuwo lho atau nenek sihir'. Simpel si tapi dampaknya saya rasa bukan sesimpel itu karena secara bertahap orang tua menanamkan rasa ketakutan pada anak yang akan terus berkembang tidak hanya akan hal tersebut tapi juga akan menjadikan anak takut dalam berbagai hal di kemudian hari. Pastinya anada tidak mau kan anak anda menjadi sosok yang kurng berani dan pemalu?

3. Ajarkan lah ilmu rohani sedini mungkin.. Nah ini nih salah satu kunci utama dalam membentuk suatu sifat manusia yang nantinya akan menjadi dasar tameng dalam pergaulan ataupun sosialisasi. Kadang banyak orang tua yang dengan lantang dan yakin berkata 'anak saya nih lho anak baik, selalu rangking di kelasnya, sopan dengan orang tua dan pastinya dia akan baik saja dalam pergaulan di luar. Are u sure mom?? Emmmm memang si gampang gampang susah memantau pergaulan anak kalau sudah keluar dari lingkungan rumah dalam artian disini fisik orang tua sudah tidak lagi ada disetiap gerak gerik anak. Anak yang terlalu di kekang atau dididik dengan satu arah atau dalam lingkungan keluarga si orang tua terlalu dominan tanpa memerhatikan pendapat anak biasanya akan mendidik anak menjadi remaja bunglon, si anak akan tampak manis dalam lingkungan rumah tetapi menjadi membabi buta ketika sudah lepas dari kontrol orang tua.. Nah kuncinya, selain kasih sayang yang akan membentuk kepercayaan diantara keduanya maka yang tidak kalah penting adalah memberikan bekal agama sedini mungkin. Dengan agama yang tertanam sedini mungkin anak akan secara tidak langsung mempunyai tameng batin ketika pergaulan menyimpang ditawarkan.

4. Galilah bakat anak sedini mungkin. Manusia itu adalah makhluk genius multitalenta yang diberikan banyak kelebihan, hanya saja harus jeli dalam mengenalinya. Nah ketika anak tidak menemukan talentanya tidak di arahkan maka ank ini akan mencari cari sendiri dan yg paling ditakutkan dia akan masuk pergaulan yg salah sehingga anak tersebut merasa 'akhirnya gue temukan dunia gue'.

5. Munculkanlah rasa saling percaya dan beri anak tanggung jawab. Remaja adalah manusia dengan ego yang memuncak sehingga orang tua harus hati hati dalam bersikap serta orang tua harua mulai sadar anaknya bukan lagi anak yang harus diberi perintah spesifik tetapi berilah klu dan juga tanggung jawab. Anak remaja tidak perlu di suruh belajar setiap jam 8 malam tetapi cobalah berkata ' ayah ibu percaya kok sama kamu, pasti kamu bisa atur jam belajar dan mainmu dan kalau ada kesulitan ayah ibu siap lho diajak diskusi'.