Senin, 02 Juni 2014

rekaman rasa

aku ingin bicara, bahasa sakti yang tak bisa didengar dengan indra
kamu hanya rasa, sentuhan kata yang diterjemahkan dengan perasaan
kita mengawali cerita, terlarut dalam suatu ikatan yang susah di utarakan
kita merasa bahagia, senyuman tetap tercapai dalam jarak yang tak dekat

sejenak berjalan tanpa bebatuan yang mengahadang diantaranya, kita berkata iya
janji janji tercipta mengikat bunga kita menjadi rangkaian indah, kita pun bangga
seketika petir berdentum keras tanpa aba aba mendung diawan, kamu terlihat menjauh
tangan ini tetap erat menggenggam tetapi kenapa terasa berbeda, aku menggenggam angin

perjalanan ku sempat berhenti, terjatuh, terduduk dan tertunduk, air mata ku malu tuk menetes
bagai besi baja kamu lilitkan melingkari dadaku, menghimpit erat jantung paru ku
tangan kaki berasa tertimpa beban teramat berat dan susah di lepas, akupun lumpuh
semua terhenti sembari ku saksikan pertunjukan baru yang kamu ciptakan dihadapanku

beberapa pasang tangan mengarah kepadaku, menawarkan uluran untuk berdiri
Tuhan pun turut berduka atasku dengan diturunkannya malaikatnya untuk ku, walaupun iman kita tak sama
dia tawarkan kebahagiaan, tawarkan ramuan dan ku minum sembuhkan luka hatiku
perlahan aku mampu berjalan berlari tersendat sendat dengan tatih mu

Tuhan tak ingin kecewakan umatNYA, segera dia tarik malaikat hatiku,  akupun paham
terima kasih tuhan, kau lepaskan aku saat aku menjadi kuat.

hari ini tokoh lama datang lagi dan aku belum bisa membawa apa rencana tuhan atas cerita ini
apakah ini ujian untuk kekuatan baruku atau kesempatan kedua menuju jalan utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar